Bolehkah I'tikaf di Musholla?

Bolehkah I'tikaf di Musholla?
Bolehkah I'tikaf di Musholla?
Sebelum membahas ini dalam tinjauan madzhab Asy-Syafi'i, kita perlu pahami dulu fakta mushalla atau disebut juga langgar atau surau yang ada di Indonesia. Minimal ada dua fakta mushalla di Indonesia:

1. Mushalla berupa bangunan utuh yang dibangun dan diwaqafkan sebagai tempat khusus untuk shalat lima waktu.

2. Mushalla yang menjadi salah satu bagian atau salah satu ruangan dalam gedung sekolah, gedung kantor atau bangunan-bangunan lainnya, dan kadang hanya ditegakkan shalat pada waktu tertentu saja (misal zhuhur dan ashar saja).

Selain dua gambaran di atas, ada juga istilah mushalla di kitab-kitab fiqih yang menunjuk pada tanah lapang yang biasa digunakan untuk pelaksanaan shalat 'ied dan semisalnya.

(Baca Juga : Keutamaan Bersalaman Ketika Bertemu Sesama Muslim)

Sedangkan definisi masjid adalah bangunan atau tempat yang khusus didirikan untuk pelaksanaan shalat lima waktu secara terus-menerus. Dan ia terbagi dua, yaitu masjid jami' yang dilaksanakan shalat jum'at padanya, dan masjid ghayru jami' yang tidak dilaksanakan shalat jum'at padanya.

Melihat definisi masjid di atas, juga syarat i'tikaf menurut madzhab Syafi'i bahwa ia harus di masjid yang benar-benar khusus diperuntukkan sebagai masjid, maka pelaksanaannya di mushalla yang berupa bangunan utuh yang dibangun dan diwaqafkan sebagai tempat khusus untuk shalat lima waktu sah hukumnya, karena hakekatnya ia adalah masjid, atau lebih lengkapnya masjid ghayrul jami'.

Namun yang afdhal (lebih utama), i'tikaf dilaksanakan di masjid jami', karena jamaahnya lebih banyak, juga agar orang yang i'tikaf tidak harus keluar dari tempat i'tikaf untuk shalat jum'at, juga khuruj minal khilaf bagi pihak yang mensyaratkan i'tikaf di masjid jami'.

Sedangkan i'tikaf di tempat shalat yang ada di sekolah, kantor, dan semisalnya tidak sah, karena ia bukan tempat yang dibangun khusus untuk pelaksanaan shalat lima waktu, dan sewaktu-waktu tempat tersebut bisa dialihkan penggunaannya (tidak lagi untuk tempat shalat) oleh pemiliknya.

(Baca Juga : 20 Ayat Al-Quran Tentang Orang Munafik)

Wallahu a'lam bish shawab.

Bahan Bacaan:

1. At-Taqrirat As-Sadidah Fi Al-Masail Al-Mufidah Qism Al-'Ibadat
2. Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah
3. Dan referensi-referensi lainnya

~ Muhammad Abduh Negara ~

Tulisan Al-Ustadz Muhammad Abduh Negara hafidzhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=2289111798083000&id=100009526051964


EmoticonEmoticon