Ukuran di Masa Nabi

Ukuran di Masa Nabi
Ukuran di Masa Nabi
Konversi ukuran di masa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada ukuran di masa sekarang merupakan persoalan sulit. Bahkan konversi ukuran yang digunakan para ulama mutaqaddimin (setelah masa Nabi) dengan ukuran standar masa sekarang pun sulit. Hal ini karena ukuran-ukuran di masa lalu tersebut sudah lama tak digunakan, juga karena di masa itu tak ada ukuran yang menjadi standar internasional. Bahkan riwayat-riwayat terkait dengannya pun kadang berlainan. Karena itu, untuk konversi para ulama sering menggunakan istilah taqriban (kira-kira/sekitar), bukan tahdidan (angka pasti).

Sebagai contoh, ukuran dua qullah yang dikenal di masa Nabi, saat dikonversi di masa sekarang pun para ulama berbeda-beda menetapkannya.

(Baca Juga : Lebih Buruk Ahlul Bid'ah Atau Orang Kafir?)

Saya ambil contoh dari tiga kitab yang ditulis ulama Syafi'iyyah kontemporer. Mushthafa Dib Al-Bugha dalam At-Tadzhib menyebut ukuran dua qullah itu sekitar 190 liter. Sedangkan Hasan Al-Kaff dalam At-Taqrirat As-Sadidah menyebut sekitar 217 liter. Adapun Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab fiqih perbandingan madzhabnya, Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuhu, menyebut angka sekitar 270 liter. Ini belum menyebut pendapat-pendapat lain tentang hal ini.

Pada kondisi ini, mengambil ukuran terbesar sebagai kehati-hatian adalah pilihan yang baik. Namun tentu dengan tidak menafikan ukuran lain yang juga disebutkan oleh para fuqaha. Wallahu a'lam.

~ Muhammad Abduh Negara ~

(Baca Juga : Ini Dia Sebenarnya Wali Allah)

Tulisan Al-Ustadz Muhammad Abduh Negara hafidzhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=2291608104500036&id=100009526051964


EmoticonEmoticon