Jangan Berbicara Agama Tanpa Ilmu

Jangan Berbicara Agama Tanpa Ilmu
Jangan Berbicara Agama Tanpa Ilmu

Meminta (bahkan dengan keras jika yang bersangkutan ngeyel) orang yang jahil ilmu syar'i untuk tak banyak berbicara, apalagi berfatwa dalam persoalan agama, itu bukan sikap sombong dan meremehkan orang lain, tapi ta'dib (pengajaran adab) dan nahi munkar yang wajib hukumnya.

Berbicara tentang agama Allah tanpa ilmu adalah dosa besar. Sayangnya banyak orang mengira hal itu adalah dakwah dan kebaikan.

(Baca Juga : Wajibnya Mengenal Aqidah Islam)

Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin berkata:

وأما القول على الله بلا علم فهو أشد هذه المحرمات تحريما، وأعظمها إثما، ولهذا ذكر في المرتبة الرابعة من المحرمات التي اتفقت عليها الشرائع والأديان، ولا تباح بحال، بل لا تكون إلا محرمة، وليست كالميتة والدم ولحم الخنزير، الذي يباح في حال دون حال.

Artinya: "Adapun berkata tentang Allah tanpa ilmu, ia adalah keharaman yang paling berat dan paling besar dosanya, karena itu ia disebutkan dalam tingkatan keempat dari keharaman yang disepakati oleh seluruh Syariat dan diin. Dan ia tidak bisa menjadi mubah, pada keadaan tertentu. Hukumnya hanya haram saja. Ia tak seperti bangkai, darah, dan daging babi yang bisa dibolehkan pada keadaan tertentu."

Kutipan perkataan Ibnul Qayyim di atas bisa dibaca juga di fatwa Islamweb dot net nomor 259822.

Wallahu a'lam bish shawab.

(Baca Juga : Benarkah Allah Tertawa?)

~ Muhammad Abduh Negara ~

#TulisUlang
#SudahDitulisDiAkunSatunyaLagi

Tulisan Al-Ustadz Muhammad Abduh Negara hafidzhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10214120915886352&id=1516640179


EmoticonEmoticon