Kedudukan Bahasa Arab Menurut Al-Kinaniy dan Al-Marisiy

Kedudukan Bahasa Arab Menurut Al-Kinaniy dan Al-Marisiy
Kedudukan Bahasa Arab Menurut Al-Kinaniy dan Al-Marisiy

📝منزلة اللغة العربية عند الإمام الكناني وعند المريسي
📝Kedudukan Bahasa Arab menurut Imam Al-Kinaniy dan menurut Al-Marisiy

   Imam Abdul Aziz Al-Kinaniy dalam Kitab Al-Haidah menjelaskan bahwa sumber kesesatan Bisyr Al-Marisiy yang mengingkari beberapa Sifat Allah dan mentakwil dengan takwilan yang sesat yang sama sekali tidak ada Salafnya adalah karena kebodohannya akan Bahasa Arab, mana yang umum dan khusus, beliau mengatakan :

إنما غلط بشر ومن قال بقوله وهلكوا وتاهوا وضلوا لجهلهم بالخاصّ والعام في القرآن العظيم وإنما شرف العرب وفضلها بمعرفتها بخاصّ القرآن وعامّه ومجمله ومبهمه

"Sesungguhnya Bisyr dan orang-orang yang sependapat dengannya menjadi binasa, bingung dan tersesat KARENA KEBODOHAN MEREKA TENTANG UMUM DAN KHUSUS DALAM QUR'AN dan sesungguhnya kemuliaan orang-orang Arab dan keutamaan mereka adalah karena mereka mengetahui tentang mana yang khusus dan umum dalam Qur'an, mana yang mujmal dan mubham".(Al-Haidah).

(Baca Juga : Benarkah Allah Tertawa?)

   Bahasan umum dan khusus dalam Qur'an masuk dalam ranah Ilmu Bahasa Arab yang kemudian terserap dalam Ilmu Ushul Fiqh dan juga Ulumul Qur'an, maka untuk memahami Qur'an dengan pemahaman yang benar baik dalam Aqidah maupun lainnya dibutuhkan Ilmu Bahasa Arab, Ushul Fiqh dan ilmu-ilmu penunjang lainnya.

    Sebaliknya menurut Bisyr Al-Marisiy sang pemuka kesesatan, menurutnya Bahasa Arab tidaklah penting dan tidak diperintahkan oleh Allah untuk mempelajarinya, dia berkata :

وعلى الخلق أن يتعلموا لغة العرب، وما تعبّدنا الله بهذا، كل إنسان يقول بلغته وبقدر معرفته وما كلّف الله الخلق فوق طاقتهم ولا طالب أولاد العجم بلغة العرب

"(Apakah) manusia harus belajar Bahasa Arab? Aslinya Allah tidaklah memerintahkan kita untuk beribadah dengan mempelajarinya (Bahasa Arab) dan cukup masing-masing manusia berucap sesuai bahasa yang ia bisa masing-masing dan sesuai kadar pengetahuannya, Allah tidaklah membebani makhluk-Nya di atas kemampuan mereka dan tidak pula menuntut anak-anak Ajam (non Arab) untuk belajar Bahasa Arab". (Al-Haidah: hal. 74).

(Baca Juga : Merangkul Tanpa Raga)

   Ironinya, sebagian Ahlussunnah pendapatnya lebih mirip perkataan Bisyr Al-Marisiy Al-Jahmiy yang tersesat dalam Aqidah karena kebodohan akan Bahasa Arab daripada mengamalkan perkataan Imam Abdul Aziz Al-Kinaniy, sebagian mereka menganggap bahwa Bahasa Arab tidaklah penting begitu pula ilmu-ilmu lainnya dalam rangka memahami Aqidah yang benar, sangat disayangkan sekali baru kenal kulit namun mengacuhkan isinya.

Tulisan Al-Ustadz Varian Ghani Hirma, BA hafidzhahullah

Sumber : https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1190659284477258&id=100005995935102


EmoticonEmoticon