Menanti Penerus Pemuda-Pemuda Kebanggaan Rasulullah

 

Menanti Penerus Pemuda-Pemuda Kebanggaan Rasulullah
Menanti Penerus Pemuda-Pemuda Kebanggaan Rasulullah


AlQuranPedia.Org - Apa yang ada dalam benak kita ketika mendengar kata “Pemuda”? Pacaran, hura-hura, nongkrong? Setidaknya itulah gambaran yang kita lihat pada pemuda-pemuda saat ini. Bagi mereka bila tidak pacaran itu tidak gaul, kalau tidak ikut nongkrong dikatakan anak manja. Belum lagi kita lihat para pemuda yang sudah dihiasi dengan rokok dan minum-minuman keras. Itu belum ditambah dengan kasus perzinaan yang merajalela dan merebaknya narkoba di kalangan para pemuda. Lihatlah begitu rusaknya zaman ini bila pemuda dikaitkan dengan hal-hal tersebut.

 

Kita semua mengetahui bahwa pemuda adalah aset umat dan aset bangsa. Tidaklah mungkin suatu negeri bisa jaya dan maju bila tidak ada peranan para pemudanya di dalamnya. Camkan baik-baik perkataan dari Bapak Proklamator kita sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia, Bapak Ir. Soekarno, “Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Gunung Semeru dari akarnya lalu beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.” Lihatlah perkataan Bapak Ir. Soekarno tersebut, beliau sudah banyak makan asam garam kehidupan. Pengalamannya dalam berpolitik, berperang dan bernegara sudah tidak perlu diragukan lagi. Penjelajahannya ke berbagai penjuru dunia sudah beliau lalui. Kita dapat lihat bagaimana beliau menggambarkan begitu dahsyatnya pengaruh pemuda itu. Pemuda merupakan masa depan bangsa, bila telah rusak pemudanya maka rusaklah masa depan bangsa itu. Bila pemudanya baik maka baiklah masa depan bangsa itu.

 

(Baca Juga : Kebanyakan Orang Menyia-Nyiakan Waktunya)


Kalau kita mau lihat generasi pemuda terbaik maka lihatlah bagaimana pemuda yang ada pada masa manusia terbaik yang pernah menginjakkan kakinya di muka bumi ini. Lihatlah bagaimana para pemuda pada zaman Rasulullah. Jangan kita kira bahwa pengikut Rasulullah hanyalah orangtua dan bapak-bapak saja. Justru dalam jumlah yang tidak sedikit, banyak para sahabat yang masih tergolong muda bahkan sangat muda. Mereka bukan pemuda biasa, mereka adalah pemuda-pemuda kebanggaan Rasulullah. Mereka bukan pemuda dengan tangan kosong, akan tetapi mereka adalah para pemuda dengan segala kelebihan masing-masing yang mereka miliki.

 

Pemuda pertama yang kita bahas adalah Ali bin Abi Thalib. Beliau adalah Khalifah Rasyid yang keempat. Beliau adalah sepupu Rasulullah, anak dari paman Rasulullah yaitu Abu Thalib yang merawat Rasulullah sepeninggal kakeknya Abdul Muththalib. Ali bin Abi Thalib termasuk orang yang pertama-tama masuk Islam dari kalangan pemuda. Rasulullah pernah mengatakan kepada Ali, “Apakah engkau tidak ridha kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa?.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan usianya yang masih sangat muda Ali mengikuti berbagai peperangan bersama Rasulullah, termasuk kepercayaan Rasulullah dan kedua anaknya yaitu Al-Hasan dan Al-Husain adalah pemimpin pemuda ahli surga. Bahkan dengan usianya yang masih sangat muda Ali menjadi pemimpin kaum muslimin dan memegang tongkat estafet kekhalifahan umat Islam. Ali bin Abi Thalib juga termasuk ke dalam 10 sahabat yang dijamin surga oleh Rasulullah.

 

Pemuda kedua yang merupakan kebanggaan Rasulullah adalah Sa’ad bin Abi Waqqash. Mungkin tidak banyak yang mengenalnya karena tidak seterkenal Abu Bakar ataupun ‘Umar bin Khaththab. Akan tetapi Sa’ad adalah orang pertama yang melepaskan anak panah di jalan Allah Ta’ala. Masuk Islam pada saat umurnya 17 tahun, Sa’ad bertransformasi menjadi salah satu panglima perang kaum muslimin. Ia ditunjuk oleh Umar bin Khattah menjadi panglima saat kaum Muslimin berperang melawan pasukan Persia. Sa’ad bin Abi Waqqash juga merupakan salah seorang sahabat dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah.


Kalau sebelumnya kita berbicara mengenai pemuda maka selanjutnya kita akan membahas salah seorang pemudi terbaik kebanggaan Rasulullah. Beliau adalah ‘Aisyah binti Abu Bakar. ‘Aisyah merupakan istri Rasulullah dan juga anak dari sahabatnya yaitu Abu Bakar. ‘Aisyah merupakan orang yang cerdas dan berilmu. Tak heran bila ‘Aisyah menjadi rujukan para sahabat dalam bertanya agama khususnya masalah rumah tangga. ‘Aisyah juga banyak meriwayatkan hadits langsung dari Rasulullah. ‘Aisyah merupakan perempuan yang paling dicintai oleh Rasulullah. Suatu ketika Rasulullah ditanya oleh ‘Amr bin Al-‘Ash, “Ya Rasulullah, siapakah yang paling engkau cintai?” Rasulullah menjawab, “’Aisyah”. Lalu ditanyakan kembali, “Kalau dari golongan laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ayahnya ‘Aisyah (Abu Bakar).” (HR. Bukhari)


(Baca Juga : Manhaj Salaf Adalah Kebenaran)


Masih banyak lagi pemuda-pemuda kebanggaan Rasulullah yang lainnya dan tidak akan cukup tulisan ringkas untuk menyebutkan mereka satu per satu. Masih ada Anas bin Malik yang merupakan pelayan Rasulullah, Zaid bin Tsabit yang merupakan penulis wahyu Rasulullah, Mu’adz bin Jabal yang disebut Rasulullah paling mengetahui tentang halal dan haram, Abdullah bin Mas’ud yang merupakan qari Rasulullah, Atab bin Usaid yang diangkat menjadi Gubernur Makkah pada saat berusia 18 tahun, Mush’aib bin Umair yang merupakan duta pertama yang dikirim Rasulullah, Usamah bin Zaid yang menjadi panglima perang saat melawan tentara Romawi padahal umurnya masih 18 tahun dan masih banyak lagi lainnya yang merupakan pemuda-pemuda hebat kebanggaan Rasulullah.

 

Kita bisa melihat bagaimana keadilan dan kemajuan Islam pada masa Rasulullah. Islam terbentang luas dari timur sampai barat, keadilan merata di setiap lapisan masyarakat dan kebahagiaan meliputi hati-hati kaum muslimin. Tidak satupun kaum muslimin mengalami kekalahan dalam medan perang kecuali hanya satu saja, itupun kaum muslimin sempat menang pada awalnya. Tidak ada satupun orang beriman bahkan orang kafir yang berkomentar tentang keadilan Rasulullah. Negeri yang dulu tandus, patung berhala di mana-mana, perzinaan dan kebodohan merajalela, kemudian berubah menjadi negeri Islam yang Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur, negeri yang maju pesat dan diberkahi Allah.

 

Itu semua tidak terlepas dari peranan besar para pemuda pada masa itu. Lihatlah bagaimana para pemuda yang telah kita bahas sebelumnya. Pengaruh mereka sangatlah besar dalam memajukan Islam, tegaknya syariat Allah dan hancurnya kejelekan-kejelekan. Kaum muslimin menanti para pemuda-pemuda kebanggaan Rasulullah selanjutnya. Para pemuda yang mengagungkan syariat Allah, yang menegakkan hukum-hukum Allah, yang tumbuh besar dalam ibadah kepada Allah, sosok berani dan tangguh, berilmu dan bertakwa, tidak takut kepada siapapun kecuali Allah dan menjauhi segala hal-hal kemungkaran.

 

Sudah banyak yang berhasil menjadi penerus pemuda-pemuda kebanggaan Rasulullah. Ada Umar bin ‘Abdul ‘Aziz yang merupakan khalifah pada masa Tabi’in. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz merupakan seorang khalifah yang adil, bijaksana, saleh, berilmu, bertakwa, pemberani, ahli ibadah dan amat peduli kepada rakyatnya. Masyarakat ketika itu sangat sejahtera dan merasakan keadilan yang dirasakan setiap orangnya. Sebagian ulama sampai menyebut ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz sebagai Khalif Rasyid yang kelima karena sifat-sifat dan keutamaan yang dimilikinya padahal umurnya masih tergolong muda.

 

Selain itu ada sosok yang kita kenal sebagai Muhammad Al-Fatih. Sosok yang tidak asing di telinga kaum muslimin. Dialah Sultan Muhammad Al-Fatih, Sultan ke-7 dari Daulay Utsmaniyah. Sebagaimana yang disebutkan banyak ahli sejarah bahwa Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel. Padahal sebelum itu Konstantinopel dikuasai oleh Kekaisaran Bizantium selama 11 abad. Al-Fatih dapat menaklukkan Konstantinopel dalam usianya yang masih sangat muda.

 

Kita menanti sosok-sosok Ali berikutnya, sosok-sosok seperti Ibnu Abbas, Usamah bin Zaid, dan Muhammad Al-Fatih. Sosok-sosok yang akan memajukan negeri-negeri kaum muslimin sebagaimana majunya negeri kaum muslimin 1400 tahun yang lalu di zaman Rasulullah dan para sahabatnya. Sebagai penutup, perhatikan sambutan dari Abdullah bin Mas’ud untuk para pemuda berikut ini, “Selamat datang wahai mata air hikmah dan pelita kegelapan, yang berpakaian baju sederhana (apa adanya), yang bersih hatinya, yang menerangi rumah dan kebanggaan bagi setiap kabilahnya.” (Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jâmi’ Bayân al-‘Ilmi wa Fadhlihi no. 256)

 

(Baca Juga : Penolong Pada Hari Kiamat)


Sumber bacaan:

Al-Badr, Abdurrazzaq 2017, 15 Nasihat Mulia Ulama Salaf Kepada Pemuda, Darul Haq, Jakarta.

Ash-Shallabi, Ali Muhammad 2017, Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel, Aqwam, Solo.

Ash-Shallabi, Ali Muhammad 2017, Perjalanan Hidup Khalifah Yang Agung Umar bin Abdul Aziz, Darul Haq, Jakarta.

Katsir, Ibnu 2005, Tartib wa Tahdzib Kitab al-Bidayah wan Nihayah, (terj. Al Bidayah Wan Nihayah Masa Khulafa’ur Rasyidin), Dar al-Haq, Jakarta.

Khalid, Khalid Muhammad 2007, 60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW, Al- I’tishom, Jakarta.

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon