Tawakkal Dengan Rezeki Allah

Tawakkal Dengan Rezeki Allah
Tawakkal Dengan Rezeki Allah

@fuadhbaraba

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: حدثنا رسول الله صلى الله عليه و سلم وهو الصادق المصدوق أن أحدكم يجمع خلقه في بطن أمه أربعين يوما نطفة ثم يكون علقة مثل ذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك ثم يرسل إليه الملك فينفخ فيه الروح و يؤمر بأربع كلمات بكتب رزقه و أجله وعمله وشقي أو سعيد

Dari Abdullah bin Mas’ud berkata : Rasulullah menghabarkan kepadaku –dan beliau adalah seseorang yang jujur lagi terpercaya- :

“Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dikumpulkan dalam perut ibunya selama empat puluh hari sebagai air mani, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula, kemudian akan diutus kepadanya seorang malaikat yang akan meniupkan ruh padanya, dan dia diperintahkan untuk melakukan empat perkara yaitu: menulis rizqinya, ajalnya, amalnya serta apakah dia nanti sengsara ataukah bahagia.” (HR. Al-Bukhari Muslim)

(Baca Juga : Prinsip Dakwah Salafiyyah)

أهم يقسمون رحمت ربك نحن قسمنا بينهم معيشتهم في الحياة الدنيا ورفعنا بعضهم فوق بعض درجات ليتخذ بعضهم بعضا سخريا ورحمة ربك خير مما يجمعون

"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (az-Zukhruf :32).

الشيطان يعدكم الفقر ويأمركم بالفحشاء

"Sesungguhnya syaitan menjanjikan kepada kamu kefakiran dan menyuruh kamu melakukan kejahatan dan kekejian". (QS. Al-Baqarah:268).

عن عمر بن الخطاب رَضَِيَ اَللهَُ عََنْه، عن النَّبيِّ صَلَّى اللهَُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال: (( لو أنَّكم توكَّلون على الله حقَّ توكله لرزقكم كما يرزق الطير، تغدو خماصاً، وتروحُ بطاناً )) رواه الإمام أحمد والترمذي والنسائي وابن ماجه وابن حبان في صحيحه والحاكم، وقال الترمذي:  حسن صحيح

Dari Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian, seperti Allah memberikan rezeki
kepada seekor burung. Ia pergi (dari sarangnya) di pagi hari dalam keadaan perut yang kosong (lapar), dan kembali (ke sarangnya) di sore hari dalam keadaan perut yang penuh (kenyang)”. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah, Ibnu
Hibban dalam Shahih-nya, dan Al-Hakim. Dan At-Tirmidzi berkata, “Hasan Shahih”.

Allah Ta'ala berfirman:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat buruk (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah:268).

(Baca Juga : Akibat Bermaksiat di Kala Sepi)

Allahu a'lam.

Semoga  bermanfaat bagi kita semua...

Join Telegram Channel Ar-Raudhoh: https://t.me/fuadhbaraba79

Tulisan Al-Ustadz Fuad Hamzah Baraba, Lc hafidzhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=2270823336331383&id=2244264668987250

Menjelaskan Al-Haq dan Mencegah Kemungkaran

Menjelaskan Al-Haq dan Mencegah Kemungkaran
Menjelaskan Al-Haq dan Mencegah Kemungkaran
#DIANTARA_PRINSIP_AHLIS_SUNNAH
#MANHAJ_ULAMA_BUKAN_JUHALA'

Termasuk prinsip Ahlis Sunnah adalah menjelaskan Al Haq dan mengingatkan umat dari bahaya kemungkaran.

dan ini yang disebutkan para ulama Ahlis sunnah dalam kitab kitab aqidah. seperti perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah :

ثُمَّ هُمْ مَعَ هَذِهِ الْأُصُولِ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ ، وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ عَلَى مَا تُوجِبُهُ الشَّرِيعَةُ

"Kemudian bersamaan dengan prinsip prinsip ini, (ahlis sunnah) juga menyerukan kepada yang ma'ruf dan mencegah dari kemungkaran sesuai yang dibenarkan syariat". (Al Wasitiyah hal. 291 -Syarah Syaikh Al Harras-).

(Baca Juga : 20 Ayat Al-Quran Tentang Tauhid)

sampai pada zaman ini juga ulama ahlis sunnah terus mengingatkan hal seperti itu, sebagaimana perkataan Syaikh Bin Baz rahimahullah :

فَإِنَّ مِنْ أَهَمِ الْمُهِمَّاتِ وَأَفْضَلِ الْقُرُبَات التَّنَاصُح وَالتَّوْجِيهُ إلَى الْخَيْرِ وَالتَّوَاصِي بِالْحَقِّ وَالصَّبْرِ عَلَيْهِ، وَالتَّحْذِيرُ مِمَّا يُخَالِفُهُ وَيُغْضِبُ اللَّه عَزَّ وَجَلَّ وَيبَاعِدُ عَن رَحْمَتهِ

"Sesungguhnya termasuk perkara yang paling penting dan ibadah yang paling utama adalah saling memberi nasehat dan pengarahan kepada kebaikan, dan saling berwasiat dalam kebaikan dan kesabaran di atas al haq. serta mengingatkan (umat) dari perkara yang menyelisihi al haq dan perkara yang di murkai Allah Azza Wa Jalla, dan yang menjauhkan dari rahmatNya". (Al Amru bil ma'ruf hal. 5).

berkata Syaikh Shalih Al Fauzan hafidzahullah :

الدَّاعِيَةُ الَّذِي لَا يُحَذِّرُ مِنْ دُعَاةِ الضَّلَالِ يُعْتَبَرُ مِنَ الكَاتِمِينَ لِلعِلْمِ

"Seorang Dai yang tidak mengingatkan dari (bahaya) dai dai yang sesat termasuk menyembunyikan ilmu". (Syarah Ighatsatul lahfan 02/03/1437 H).

dan diantara kemungkaran yang dianggap biasa, bahkan dijadikan sebagai "jihad" oleh sebagian orang adalah perkara "aksi demo", padahal tidak diragukan lagi akan mafsadah yang terjadi akibat demo. oleh sebab itu para ulama ahlis sunnah benar benar sangat keras pengingkarannya dalam masalah ini.

bahkan tidak heran jika diantara ulama ahlis sunnah berfatwa bahwa demo adalah madzhab khawarij, bahwa demo adalah bentuk khuruj kepada pemimpin.
seperti As Syaikh Al 'Allamah Shalih Al Fauzan hafidzahullah, As Syaikh Al Muhaddits Abdul Muhsin Al Abbad hafidzahullah, As Syaikh Ubaid Al Jabiri hafidzahullah dan yang lain dalam kitab kitab fatwa manhajiyah membahas permasalahan kontemporer.

tapi hal seperti ini tidak akan membuat semua orang senang dan menerima karena beberapa sebab, diantaranya :
1. Ketidak tahuan mereka akan prinsip aqidah dan manhaj ahlis sunnah
2. Banyaknya syubhat di tengah tengah mereka
3. Banyaknya penyeru kepada demo dengan menghiasi berbagai dalih
4. Ikut ikutan tanpa hujjah syar'i
5. Mengedepankan akal dari naql

(Baca Juga : 13 Ayat Al-Quran Tentang Budak)

oleh sebab itu ketika para ulama menghukumi bahwa demo adalah madzhab khawarij, tidak serta merta langsung menghukumi perorangan/individu sebagai khawarij. karena hukum untuk individu harus terpenuhi syarat syarat dan ditegakkan hujjah.

sebagaimana para ulama ahlis sunnah ketika mengatakan bahwa ta'wil ayat sifat adalah madzhab asya'irah, maturidiyah. tetapi tidak semua yang tergelincir dalam menta'wil harus dihukumi sebagai asy'ari sesat.
begitulah para ulama dalam menerapkan hukum muthlaq dan mu'ayyan.

لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
"kalau mereka mengetahui".

tapi..
بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

"tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui".

apa tujuan ulama mengatakan demikian? tujuannya sebagai nasehat untuk mengajak umat meninggalkan bid'ah bid'ah dan agar mereka lari dari kesesatan ahlil bida'.

inilah kasih sayang ahlis sunnah.. mereka menginginkan hidayah sunnah kepada umat ini terlebih kepada orang orang terdekatnya, agar mereka selamat dan nantinya bisa bersama sama menikmati indahnya di atas sunnah.

semoga Allah membimbing kita diatas sunnah dan dijauhkan dari segala fitnah.

#Silahkan_fatwa_ulama
#Ini_manhaj_ulama
#Bukan_manhaj_juhala'

(Baca Juga : 7 Ayat Al-Quran Tentang Sutera)

Syaikh Shalih Al Fauzan :

https://www.youtube.com/watch?feature=youtu.be&v=eo9PDNi-5bs

Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad :

 https://www.youtube.com/watch?v=elpjZ9-Ox70&feature=youtu.be

Tulisan Al-Ustadz Muhammad Alif, Lc hafidzhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=458205044749163&id=100016790144202

Kufur Nikmat Sebab Kezaliman Penguasa

Kufur Nikmat Sebab Kezaliman Penguasa
Kufur Nikmat Sebab Kezaliman Penguasa

🔊Berkata Syaikh DR. Su'ud bin Abdul Aziz Ad Di'jan hafidzahullah (Dosen Aqidah UIM) :

Kufur nikmat adalah mengingkarinya dengan tidak mensyukuri nikmat nikmat dengan lisan, hati dan anggota badan, ini sebab terbesar hilangnya nikmat dan turunnya adzab yang disegerakan di dunia sebelum di akhirat.
sebagaimana firman Allah :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih". (Qs. Ibrahim : 7).

(Baca Juga : Fakta Al-Quran Menjelaskan Segala Sesuatu)

Ini menunjukkan bahayanya kufur nikmat karena termasuk dosa paling besar, oleh sebab itu Allah mengancam bagi siapa saja yang mengkufuri nikmatnya dengan adzab yang pedih.
realita kaum muslimin hari ini -sangat disayangkan sekali- (banyak) yang kufur nikmat. sebagaimana firman Allah :

وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

"Tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur". (Qs. Al Baqarah : 243).

dan firmanNya :

إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

"Sesungguhnya manusia itu, sangat dhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)". (Qs. Ibrahim : 34)

dan firmanNya :

إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ

"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya". (Qs. Al 'Adiyat : 6). yaitu ingkar dan kufur.

Dan sesungguhnya fitnah-fitnah, kekacuan, hilangnya rasa aman, banyak nyawa dan harta melayang yang sedang menimpa banyak negeri-negeri kaum muslimin hari ini adalah akibat dari kufur nikmat dan tidak mensyukurinya.
yang demikian itu terjadi ketika rakyat di negeri negeri kaum muslimin keluar dari ketaatan pemimpinnya dan memberontak karena melihat kepada negeri-negeri yang lain yang Allah berikan kelebihan kepada negeri mereka dalam urusan dunia, ini jelas menyelisihi sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam :

 إِذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِي الْمَالِ وَالْخَلْقِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُ

"Jika salah seorang diantara kalian melihat kepada orang diberikan kelebihan harta dan penampilan lahiriah, maka hendaklah ia melihat orang yang berada di bawahnya". (HR. Bukhari no. 6125).

dalam riwayat lain :

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

"Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih pantas agar kalian tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kalian". (HR. Muslim no. 2963).

(Baca Juga : 16 Ayat Al-Quran Tentang Sumpah)

Mereka tidak ridha dan tidak puas dengan apa yang telah Allah berikan dari berbagai nikmat-nikmatNya yaitu tiga nikmat yang sebanding dengan dunia dan isinya. sebagaimana yang disabdakan Nabi shallallahu alaihi wasallam :

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya". (HR. Tirmidzi no. 2346, dan dishahihkan Syaikh Al Albani).

Mereka mengkufuri dan mengingkarinya karena mereka menginginkan yang lain dari kenikmatan dunia, maka keluar menuntut kepada pemimpin/pemerintah dengan dalih menghilangkan kedhaliman dan menuntut hak-hak mereka yang dirampas, (padahal) tuntutan itu semua tentang dunia bukan urusan akhirat. yang demikian jelas menyelisihi perintah Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk bersabar dalam menghadapi pemimpin yang dhalim dan tidak memberontak.
sebagaimana wasiat Nabi shallallahu alaihi wasallam :

 سَتَلْقَوْنَ بَعْدِي أُثْرَةً فَاصْبِرُوا حَتَّى تَلْقَوْنِي عَلَى الْحَوْضِ

"Sesungguhnya kalian setelahku nanti akan menjumpai pemimpin yang mementingkan hak pribadinya (korupsi, nepotisme), maka bersabarlah sampai kalian berjumpa aku di Haudh (telaga)". (HR. Bukhari no. 1052 dan Muslim no. 1843).

Berkata 'Ubada bin As Shamit radiyaAllahu anhu :

بَايَعْنَا رَسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم عَلَى السَّمعِ والطَّاعَةِ في العُسْرِ وَاليُسْرِ والمَنْشَطِ والمَكْرَهِ، وَعلى أَثَرَةٍ عَليْنَا، وعَلَى أَنْ لاَ نُنَازِعَ الأَمْرَ أَهْلَهُ إِلاَّ أَنْ تَرَوْا كُفْراً بَوَاحاً عِنْدكُمْ مِنَ اللَّه تعالَى فِيهِ بُرهانٌ، وَعَلَى أنْ نَقُولَ بالحقِّ أينَما كُنَّا لاَ نخافُ في اللَّه لَوْمةَ لائمٍ

"Kami berbai’at kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk mendengar dan taat, baik dalam keadaan sulit ataupun mudah, juga dalam keadaan giat atau malas, juga agar kita semua lebih mengutamakan kepentingan orang lain dari diri sendiri. Selain itu pula supaya kita tidak merebut kekuasaan dari orang-orang yang berhak, kecuali jika kalian melihat kekufuran yang nyata disisi kalian, berdasarkan dalil dari Allah Ta'ala. Dan agar kita semua berkata benar di mana saja kita berada, tidak takut untuk mengatakan hak itu akan celaan dari orang yang suka mencela". (HR. Bukhari no. 7055 dan Muslim mo. 1840).

Tetapi malah mereka keluar memberontak pemimpinnya dan tidak sabar maka yang demikian itu merupakan kufur nikmat, walhasil Allah ganti nikmat aman dan damai menjadi rasa takut dan tidak tenang, Allah ganti nikmat rizqi dengan kelaparan dan krisis ekonomi dan banyak nyawa yang melayang.
sebagaimana Allah berfirman :

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat". (Qs. An Nah: 112).

(Baca Juga : Inilah Pekerjaan Para Nabi Allah)

WaAllahu A'lam.

اللهم وفق ولاة أمورنا لما تحب وترضى وأصلح بطانتهم واحفظ بلادنا وسائر بلاد المسلمين وبارك أهلها

📚Wujub tha'atis sulthan fi ghairi 'ishyan hal. 60-63.
📔Kitab ini sangat bagus ringkas hanya 72 halaman tapi mencakup permasalahan prinsip Ahlis sunnah dalam taat penguasa, diberi kata pengantar oleh As Syaikh Al 'Allamah DR. Shalih bin Sa'ad As Suhaimiy hafidzahullah.
📖Sangat cocok dikaji setelah ramadhan untuk mengingatkan umat akan prinsip penting ini.
📝@/Serpong/06/06/19M/02/Syawal/1440H.

Tulisan Al-Ustadz Muhammad Alif, Lc hafidzhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=450725195497148&id=100016790144202

Lulusan Universitas Al-Azhar Mesir

Lulusan Universitas Al-Azhar Mesir
Lulusan Universitas Al-Azhar Mesir
#INSHAF_ITU_SELAMAT
#JAHIL_ITU_SAKIT

Al Azhar sebagai lembaga pendidikan tidak diragukan bahwa Al Azhar dikenal dengan aqidah Asya'irah dan Maturidiyahnya bahkan itu yang kita pelajari dalam diktat kuliah resmi, tapi apakah dengan itu kemudian semuanya terjangkit "syubhat"?...

terbukti alumni Al Azhar tidak semuanya pasti terjangkit liberal, ikhwan, sufi..

(Baca Juga : Adab Hari Jum'at Sesuai Sunnah)

afwan, kalimat "pokoknya klo Al Azhar sudah pasti kejangkit...".
kata2 spt ini menunjukkan kelas penulisnya... kenapa?

anda lupa? atau tidak tau? atau memang blm tau?... (ayo belajar lagi dan baca kitab para ulama terutama sejarah perjuangan mereka dalam belajar dan mendakwahkan ilmu) bahwa para ulama salafiyin juga banyak yg alumni Al Azhar..

sebagai contoh :
1. As Syaikh  Al Faqih Abdurrazzaq Afifi Al Mishri Azhari rahimahullah (wakil mufti Saudi Syaikh Bin Baz).
2. As Syaikh Al Muhaqqiq Muhammad Hamid Al Fiqi Al Mishri Azhari (kibar salafiyin di Mesir dan muhaqqiq kitab2 Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim pd saat itu blm bnyak org tau makhtuthat2 mrk).
3. As Syaikh Al Muhaddits Al Qaadhi Ahmad Syakir Al Mishri Azhari (ahli hadits sblm Al Albani, dan seorang hakim senior di Mesir)
4. As Syaikh Al 'Allamah DR. Mohammad khalil Harras Al Mishri Azhari (pakar Aqidah yang dulunya membenci Ibnu Taimiyyah akhirnya menjadi pembela dakwah salafi bahkan menjadi pembela Ibnu Taimityah)
5. As Syaikh Al Muhaddits Abdurrazzaq Hamzah Al Mishri Azhari (Ahli hadits dan Guru di Masjidil Haram)
6. As Syaikh Al 'Allamah Abdu Dhahir Abu Samh Al Mishri Azhari (Imam masjidil Haram dan pengajarnya).
7. As Syaikh  Al 'Allamah Mohammad Abdul Wahhab Al Banna Al Mishri Azhari (Guru senior di UIM madinah pada masa Syaikh Bin Baz, gurunya para ulama KSA hari ini)
8. As Syaikh Al Faqih DR. Abdul Qadir Syaibatal Hamd Al Mishri Azhari (Guru besar di Univ Imam Riyadh, UIM madinah dan Masjidil Haram sejak zaman Syaikh Mohammad Ibrahim Alu Syaikh mufti sebelum Bin Baz).
9. As Syaikh Al 'Allamah Hasan bin Abdul Wahhab Al Banna Al Mishri Azhari (Dosen UIM madinah pd zaman Bin Baz dan kibar salafiyin di Mesir)
10. dll....

(Baca Juga : Hadits Ciri-Ciri Fisik Rasulullah)

sampai detik ini ana blm dapatkan fatwa ulama kibar, masyayikh yang mu'tadil munshif mengharamkan belajar di Al Azhar University... tolong tunjukkan fatwa Ulama! ingett.. ULAMA ! bukan...

apalagi sampai mengatakan spt kalimat diatas "pokoknya semua..."

baarakaAllahu fiikum...

#Azhar_الأزهر_حبيب_قلبي_ولكن_الحق_أحب_إلى_قلبي
#kata_arab :
إن كنت لا تدري فتلك مصيبة وإن كنت تدري فالمصيبة أعظم

Tulisan Al-Ustadz Muhammad Alif, Lc hafidzhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=454502725119395&id=100016790144202

Haramnya Demonstrasi

Haramnya Demonstrasi
Haramnya Demonstrasi

#DEMO_المظاهرة
#Bukan_dari_Islam

📝 Berkata Syaikh DR. Muhammad Umar Baazmul hafidzahullah dalam kitabnya "Al Kasykul" :

Diantara dalil-dalil haramnya Demonstrasi dan aksi aksi mogok..

(Baca Juga : Kenapa Harus Pemahaman Para Sahabat)

terlintas dipikiranku bahwa diantara dalil larangan demonstrasi dan aksi-aksi mogok di tempat umum :

~ Demonstrasi adalah cara orang-orang kafir dan menyelisihi apa yang dilakukan para salaf shalih.
~ Bahwa demonstrasi membikin kemacetan di jalanan dan menganggu (aktivitas) manusia. sedangkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

إِيَّاكُم وَالْجُلُوسَ في الطُّرُقاتِ

"Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di jalanan..". (HR. Bukhari no. 2465 dan Muslim no. 3967)

dan sabda beliau :

أَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ

"Berikanlah haknya jalan ...". (HR. Bukhari no. 2465 dan Muslim no. 2121)

(Baca Juga : 16 Pujian Kepada Ustadz Yazid Jawas)

~ Demonstrasi membahayakan orang lain. sedangkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah menginggatkan dalam haditsnya :

لَاضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

"Janganlah membahayakan diri sendiri dan jangan pula membahayakan orang lain". (HR. Malik dalam Al Muwattha' no. 31, dihasankan An Nawawi, Ibnu Rajab dan Al Albani dalam As Shahihah no. 250).

WaAllahu A'lam.
📚 Kitab Al Kasykul hal. 135-136.

#sebagai tambahan bahwa demonstrasi adalah perbuatan sia-sia yang tidak mendatangkan manfaat dan maslahat, bahkan yang ada membuat kerusakan di muka bumi. sedangkan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

"Tanda kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya". (HR. Tirmidzi no. 2317, dishahihkan Syaikh Al Albani dalam shahihul jami' no. 5911).

dan Allah firmankan :

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan berharap. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik". (Qs. Al A'raf : 56).

#Bintaro_Tangsel
#Senin_27/05/19

Tulisan Al-Ustadz Muhammad Alif, Lc hafidzhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=445601392676195&id=100016790144202

Bekal Dinda Menuju Pelaminan

Bekal Dinda Menuju Pelaminan
Bekal Dinda Menuju Pelaminan

Jadi wanita sholehah itu modal penting bagimu Din !!!

Untuk jadi sholehah juga perlu modal, What's That Din !!!

i.e : I L M U

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

{قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَ الَّذِيْنَ لاَ يَعْلَمُوْنَ}
[ سورة الزمر:9]

(Baca Juga : Untuk Kita yang Awam)

Artinya :
Katakanlah (hai Muhammad) : "Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui !”
QS. Az-Zumar : 9

Demikian juga dengan kaum wanita yang memiliki modal ilmu dien tentu tidaklah sama dengan wanita yang tidak membekali dirinya dengan ilmu.

Ketahuilah Din !
Hakikatnya dunia hanyalah perhiasan dan kesenangan yang menipu.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

{وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ}
[آل عمران: 185]

Artinya:
“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah perhiasan yang memperdayakan.”
QS. Ali Imran : 185

Juga firman-Nya :

{ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ }
[الأنعام: 32]

 Artinya:
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa”.
QS. Al An’am:32.

(Baca Juga : 23 Ayat Al-Quran Tentang Sejarah)

Tapi di dunia ada juga satu perhiasan yang tidak menipu,
Sebagaimana dalam sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam :

((الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ))
رواه مسلم عن عبدالله بن عمر

Artinya :
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.”
(Hadits riwayat Muslim dari Abdullah ibnu Umar)

Kalau kaum pria seperti aku ga dapat wanita shalihah seperti kamu misalkan, maka akan berimbas pada rizki keluarga kita dan bahkan doa-doa ku sebagai pemimpin rumah tangga bisa terhalang bahkan tak terkabul.

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam sudah bersabda :

((ثلاثة يدعون الله عز وجل فلا يستجاب لهم رجل كانت تحته امرأة سيئة الخلق فلم يطلقها...))
تخريج السيوطي : (ك) عن أبي موسى
تحقيق الألباني : (صحيح) انظر حديث رقم: 3075 في صحيح الجامع.

Artinya :
“Tiga orang yang mereka berdoa kepada Allah 'Azza Wa Jalla dan doa mereka tidak dikabulkan ; seorang lelaki yang memiliki istri berperingai buruk sedang dia tidak menceraikannya...”
(Ditakhrij As-Suyuthi dari Abu Musa dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany dalam Shahihul Jami' no. 3075)

I said for all my sister fillah :
Jangan jadi wanita yang nampak shalihah, tapi jadilah hakikat wanita yang shalihah.

MasyaAllah, Terima kasihku duhai istriku telah kau bekali dirimu sebelum daku menikahimu.

Semoga kau jadi teman hidupku di dunia hingga dipertemukan dalam surga-Nya.

Wabillahit Taufiq

(Baca Juga : Hakikat Dakwah Salafiyyah Mengikuti Ulama)

By :
Abdurrahman Dani Ar-Ramadhany

Tulisan Al-Ustadz Abdurrahman Dani hafidzhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=2258876474208440&id=100002583282547

Perubahan Yang Sebenarnya

Perubahan yang Sebenarnya
Perubahan yang Sebenarnya

#PERUBAHAN_YANG_SEBENARNYA
#SEBAB_AKIBAT
#SUNNATULLAH

📝Berkata Syaikh DR. Muhammad Umar Baazmul hafidzahullah :

Jika kalian ingin kita membuat perubahan realita yang terjadi maka...

Kita harus kembali merubah diri kita, memperbaikinya dan meluruskannya sesuai syariat Allah. sebagaimana firmanNya :

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (Qs. Al Anfal : 53)

(Baca Juga : Lelaki dari Damaskus)

dan firmanNya :

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia". (Qs. Ar Ra'd : 11).

Kita tidak takut mereka (manusia)... kita yakin bahwa tidak ada (bahaya) yang bisa menimpa kita melainkan sudah ditaqdirkan Allah. dan sesungguhnya Allah yang akan menjaga kita dari keburukan mereka.

sebagaimana firmanNya :

وَقَدْ مَكَرُوا مَكْرَهُمْ وَعِنْدَ اللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِنْ كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُ
"Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya". (Qs. Ibrahim : 46).

Kita beriman akan pertolongan dan kemenangan dari Allah. sebagaimana firmanNya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu". (Qs. Muhammad : 7).

Kita juga yakin bahwa termasuk sunnatullah adalah :

وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

"Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)". (Qs. Jin : 16).

(Baca Juga : Kapan Rasulullah Menangis?)

dan firmanNya :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". (Qs. Al A'raf : 96).

📚 Al Kasykul, Syaikh DR. Muhammad Umar Baazmul hafidzahullah hal. 501-502.
📝 25/95/19.

#Jalan_Tol
#Syukron_جزاكم_الله_خيرا_yang_ngasih_kitab

Tulisan Al-Ustadz Muhammad Alif, Lc hafidzhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=444482799454721&id=100016790144202

Khutbah Syaikh Muhammad Sa'id Ruslan

Khutbah Syaikh Muhammad Sa'id Ruslan
Khutbah Syaikh Muhammad Sa'id Ruslan

#Aqidatuna_Manhajuna
🔰Berkata As Syaikh DR. Mohammad Sa'id Ruslan حفظه الله dlm khutbahnya (بل هي الفتنة) :

"Banyak pertanyaan yang datang, Apa yang akan engkau perbuat wahai Ahlis sunnah jika yang memimpin engkau nanti adalah seorang yang berasal dari partai, jama'ah, golongan yang engkau bid'ahkan. yang terus engkau kritisi keyakinan-keyakinannya dan engkau kritisi kebengkokan manhaj mereka?!

(Baca Juga : Doa Sebelum dan Sesudah Tidur Sesuai Sunnah)

Jawabannya ada 2 macam, secara global dan terperinci :
Pertama : adapun secara global, bahwa Ahlussunah bukanlah da'i fitnah, dan bukan pula yang membuat kekacauan, karena manhaj yang mereka ikuti adalah manhaj Nubuwwah (manhaj yang diajarkan Nabi), mereka Ahlussunah senantiasa memberikan hak para pemimpin dan meminta hak mereka kepada Allah. Ahlussunah tidak pernah mengenal demonstrasi, aksi-aksi, kerusuhan dan kekacauan, tidak pula mencela dan merendahkan para pemimpin. Akan tetapi mereka senantiasa memberikan hak para pemimpin mereka dengan mendengar dan patuh dalam kebaikan dan memohon kepada Allah hak-hak mereka jika tidak dipenuhi oleh para pemimpin mereka.
Maka mengikuti minhaj Nubuwwah dan manhaj salaf dengan senantiasa beramar ma'ruf nahi munkar berdasarkan kaidah dan ketentuannya tanpa berlebih-lebihan atau kurang. dan terus berdakwah kepada tauhid dan ittiba' disertai keimanan dan amal shaleh serta menjelaskan al haq dan mengingkari kemungkaran.

Kedua, adapun jawaban terperinci jika datang kepada kalian seorang Ikhwani dan menjadi pemimpin kalian maka bantahlah aqidah Ikhwanul Muslimin dan kebobrokan mereka, jelaskan kebobrokan jama'ah ini kepada kaum muslimin. akan tetapi jangan kalian melepaskan baiat dan ketaatan dari pemimpin sebagaimana yang pernah dilakukan oleh para ulama terdahulu seperti Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah.

(Baca Juga : 4 Saksi Kita Pada Hari Kiamat)

Sesungguhnya pernah terjadi pada Imam Ahmad dan yang lainnya para ulama pada masa Al Ma'mun, Al Mu' tashim, Al Watsiq terkhusus pada masa Al Watsiq sampai-sampai  para fuqoha' mendatangi Imam Ahmad agar diperintahkan (diijinkan) untuk memberontak pada pemimpin tersebut akan tetapi beliau melarang mereka.

diwaktu bersamaan Imam Ahmad menulis kitab untuk membantah aqidah bathil dan kufur "Ar Raddu 'alal Jahmiyyah", bantahan beliau kepada Jahmiyyah, begitu pula yang dilakukan anaknya dan para murid-muridnya, mereka membantah aqidah yang diyakini pemimpin pada saat itu akan tetapi mereka tetap patuh dan tidak memberontak.
Maka Imam Ahmad tetap melarang untuk memberontak dan melepaskan baiat dari pemimpin. beliau (senantiasa) berada diatas manhaj salaf tidak bergeser sedikitpun, senantiasa menjelaskan al haq dan aqidah yang shahih tanpa menghujat dan merendahkan pemimpin diatas mimbar-mimbar, masjid-masjid atau tempat umum".
📝ringkasan dari Khutbah Guru kami As Syaikh DR. Ruslan hafidzahullah.

Berkata Al Imam Ahmad رحمه الله dalam risalah "ushul as sunnah" termasuk prinsip Ahlis sunnah :

وَالسَّمعُ وَالطَّاعَة لِلأَئمَة وَأميرِ الْمُؤْمنِينَ الْبَرِّ وَالفَاجِر وَمَن وَلِيَ الْخلَافَة وَاجْتَمعَ النَّاسُ عَلَيْهِ وَرَضَوا بِهِ وَمَن غَلَبهُم بِالسَّيْفِ حَتَّى صَارَ خَليفَةً وَسُمّي أَمِيرُ الْمُؤمِنِينَ

"Mendengar dan taat kepada pemimpin  dan amirul mukminin (penguasa kaum mukminin), baik pemimpin tersebut adil (shalih) maupun jahat (fajir). Dan wajib taat kepada orang yang menjabat sebagai khalifah (pemimpin), karena manusia telah berkumpul (berbai’at) dan ridha kepadanya. Dan taat kepada orang yang telah menjadi khalifah meskipun caranya dengan memberontak pemerintah sebelumnya dengan pedang, dan disebut sebagai amirul mukminin".

Maka siapapun yang menjadi dan memimpin negri ini itulah pemimpin kita yang wajib didengar dan dipatuhi dalam kebaikan.
meskipun cara yang ditempuh untuk sampai ke puncak tahta adalah tidak sesuai syariat.

semoga Allah menjaga pemimpin kita, semoga Allah beri hidayah dan Allah jaga negri ini dan menjadikan negri yang aman dan barokah.

#Ini_Aqidah_kita
#Ini_manhaj_kita

(Baca Juga : 14 Ayat Al-Quran Tentang Mengingat Allah)

Tulisan Al-Ustadz Muhammad Alif, Lc hafidzhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=419078325328502&id=100016790144202